Rabu, 27 Maret 2019

Kerjasama Peningkatan SDM



Pemerintah Kota Sukabumi merintis kerjasama dengan kalangan perguruan tinggi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Langkah tersebut dilakukan khususnya dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kajian atau riset masalah di Sukabumi.

'' Rencananya akan kerjasama dalam penataan SDM,'' ujar Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami di ruang utama Balai Kota Sukabumi Rabu (27/3). Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan dari lembaga kerjasama UI dan Rektorat UMMI.

Hal ini kata Andri untuk memperkuat kinerja aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terutama dalam mewujudkan good government di lingkup Pemkot Sukabumi.

Andri menerangkan, harapannya seluruh SDM di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bisa meningkat kualitasnya. Sehingga visi dan misi Pemkot Sukabumi bisa terlaksana dengan baik yakni mewujudkan Sukabumi yang religius, nyaman dan sejahtera (Renyah).

Salah satunya kata Andri dengan mendorong konsep smartcity. Di mana pemerintahan menjalankan kinerjanya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam berbagai layanan.

Sehingga targetnya pembangunan dapat berjalan dengan baik dan cepat. Di sisi lain lembaga kampus dapat menjalankan tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Oleh karena itu kata Andri ke depan pemkot akan melakukan kajian mengenai masalag Sukabumi bersama dengan UI dan UMMI. Hal serupa juga dilakukan bersamaan dengan daerah tetangga yakni Kabupaten Sukabumi. Upaya ini untuk mencari solusi masalah di daerah maupun menggali potensi wilayah.

Keterangan Photo:
Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami menerima kenang-kenangan  dari erguruan tinggi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Sumber:
Humas dan Protokol Kota Sukabumi

Film Harus Memiliki Keragaman Etnis dan Budaya



Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami menghadiri peringatan Hari Film Nasional tahun 2019, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi Rabu (27/3). Di momen peringatan HFN ini, Pemerintah berharap Film Indonesia khususnya di Kota Sukabumi harus memiliki citra yang menggambarkan masyarakat yang memiliki keragamanan etnis dan budaya.

Film merupakan suatu seni visual yang harus terus dikembangkan, agar terwujudnya perfilman Indonesia yang tangguh sebagai perekat budaya bangsa dan industri budaya untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Menjadikan film sebagai penanda jati diri dan perekat kesatuan bangsa serta mampu meningkatkan citra Indonesia di forum internasional.

” Melakukan perlindungan agar film tidak mengalami pendangkalan nilai moral serta mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa,” ujar Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Hamami. Ditinjau dari segi kualitas produksi film nasional mengalami peningkatan meskipun tidak secepat peningkatan kuantitas produksi film.

Namun demikian kata H. Andri Setiawan Hamami, film impor masih tetap menjadi tontonan yang banyak digemari terutama bagi masyarakat kalangan menengah ke atas. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengangkat film produksi dalam negeri.

” Upaya mengangkat kembali citra film nasional untuk dijadikan tuan rumah di negeri sendiri perlu peran serta dari berbagai lembaga terkait Industri perfilman nasional, pemerintah, dan masyarakat, “ jelasnya.

Dijelaskan oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, manusia pada dasarnya mempunyai kebutuhan atau hasrat akan hiburan, hal ini sebagai bagian dari kebutuhan hidup manusia. Kebutuhan manusia itu sendiri, terdiri dari banyak macam yang dapat di kelompokan kedalam kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Salah satu yang terkandung dalam bagian tersebut adalah ”hiburan”, merupakan kebutuhan tersier.

Menurutnya, film mempunyai daya atau kekuatan ekspresi. Seperti halnya hukum ekonomi ‘demand and supply' filmpun ciptakan (supply) sebagai tuntutan (demand) masyarakat, yang menggambarkan keadaan suatu jaman. Artinya jenis film dan proses terciptanya yang hidup pada saat itu, sehingga film dapat juga menggambarkan keadaan jaman dimana film itu dibuat.

“ Film dapat mempengaruhi jalannya sejarah hidup manusia. Film dapat pula bertindak sebagai “subyek’. Sebagai contoh, film sebagai salah satu bentuk seni seharusnya mampu membantu menghadapi permasalahan yang dihadapi umat manusia pada saat ini,'' papar H. Andri. Selain itu pula, film dapat dianggap sebagai salah satu alat propaganda atau sebagai bahasa diplomasi.

Menyikapi perkembangan dunia saat ini memasuki era revolusi industri 4.0 lanjut H. Andri Setiawan Hamami tentunya harus cepat melakukan adaptasi agar tidak terkena gelombang disrupsi yang begitu fenomenal. Demikian pula halnya dengan industri perfilman agar terus berkembang dan kekuatan lokal mendunia maka dibutuhkan inovasi dalam teknologi perfilman, pembaharuan dalam pendidikan film, peningkatan kualitas sdm perfilman, perlindungan terhadap hak cipta. Hal ini semakin melibatkan masyarakat serta komunitas perfilman untuk ikut memberi warna baru dalam perfilman Indonesia

Keterangan Photo:
Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami pada saat sambutan eringatan Hari Film Nasional tahun 2019, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi Rabu (27/3).

Sumber:
Humas dan Protokol Kota Sukabumi

Kamis, 31 Januari 2019

Perbaikan Akibat Bencana Alam

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi tanggal 28 Januari 2018, beberapa perbaikan sebagai akibat dari bencana alam ini meliputi antara lain:



No Tanggal Kejadian Lokasi Kejadian Rencana Penanganan Estimasi Biaya
1 06 Des 2018 Perum BCI RT 003/001 Perbaikan sarana dan prasarana umum (Pembuatan lantai jembatan) Rp. 60 juta
2 06 Des 2018 Perum Subangjaya Residence RT 003/013 Perbaikan sarana dan prasarana umum (Pembuatan Sodetan) Rp. 100 juta
3 06 Des 2018 Jl. Kokom Komariah Perbaikan sarana dan prasarana umum (Penaludan Bronjong) Rp. 100 juta
4 06 Des 2018 Ciaul Pasir RT 004/008 Perbaikan sarana dan prasarana umum (Penaludan Bronjong) Rp. 195 juta
5 06 Des 2018 Kelurahan Karangtengah Perbaikan sarana dan prasarana umum (Penaludan ) Rp. 166 juta
6 02 Januari 2019 Kampung Cibalung RT 005/020 Perbaikan sarana dan prasarana umum (Perbaikan TPT) Rp. 68.5 juta
7 06 Des 2018 Perum Taman Sari RT 003/013 Perbaikan sarana dan prasarana umum (Perbaikan TPT) Rp. 188 juta
8 11 Des 2018 Jl. Ambuwasasana RT 003/001 Perbaikan sarana dan prasarana umum (Perbaikan TPT) Rp. 60 juta
9 14 Des 2018 Perum Prana Blok C RT 002/010 Perbaikan sarana dan prasarana umum (Perbaikan Jembatan) Rp. 50 juta
10 15 Jan 2019 Jl. Kopeng RW 006 Perbaikan sarana dan prasarana umum (Perbaikan TPT) Rp. 250 juta